Naura

Naura. Ponakanku yang satu ini umurnya lima tahun November nanti.

Sabtu kemarin dia maen ke rumah bersama ibu dan kakaknya, Shidqi. Malemnya dia minta dibeliin keju Kraft single, jadilah gue nganterin dia ke Indomaret terdekat.

Di mobil gue ngobrol soal sekolahnya dia, belajar apa, ngapain aja, dan lain sebagainya.

“Aku sudah bisa baca, oom..” katanya.

“Oh, ya? Kalau ‘Naura’ tulisannya gimana?”, tanya gue

“En…Aa…Uu..Errrrr…Aa”, jawabnya mantab dengan huruf “R” dilafalkan seperti orang Prancis.

“Pinter! Kalau ‘Deden’ ?’ tanya gue lagi

“Dee…eeee…ennn…dee…eeee..ennn”, jawabnya mantab lagi

“Kalau itu bacanya ‘Denden'” kata gue “harusnya dee..ee..dee…ee..enn”

Dia cuma senyum sambil menutup mulutnya.

“Kalau oom ‘boy’ tulisannya gimana?”

“Booooo…..” , lalu dia diam. Mungkin belum diajarin penggunaan huruf ‘y’ di sekolahnya… Hehehehhee..

“Coba sekarang oom pengen tau soal berhitung”, tanya gue lagi. Separuh perjalanan menuju Indomaret.

“1+1?”

“Dua!”

“2+2?”

“Empat”

“4+4?”

“Delapan!”

“8+8?”

……… ada hening di sini

Ketika gue tengok dia sedang bermain-main dengan jarinya.

“Enammm????”, jawabnya ragu-ragu.

“Ngitungnya gini…”, gue menunjukkan dengan jari cari menghitungnya

“Coba sekarang, berapa 8+8?” tanya gue lagi…

…… masih hening

“Aku sussaaahhh pake jarinyaaaa…” jawabnya. Hahahahha….

One thought on “Naura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s