BT

Pagi ini, sambil nunggu mood buat mandi, seperti biasa, saya membaca Kompas di ruang depan. Pagi hari di rumah sibuk seperti biasanya, maklum udah hampir dua minggu setiap pagi nyokap dan para pegawainya sibuk dengan seratusan lebih kotak katering untuk sebuah perusahaan di bilangan cawang.

Bokap dan nyokap terlihat sedang membicarakan sesuatu sampai akhirnya mereka duduk di ruangan yang sama dengan gue.

“Gak betah kali dia di rumah, jadi pengen kerja lagi”, nyokap meneruskan percakapan sebelumnya. “Biasa kerja, makanya sekarang dia bete”, tambahnya.

“Siapa, mah?”, tanya saya

“Neng Nani”, jawabnya singkat

“Bete tuh apa sih, den? Singkatan atau apa?”, kali ini bokap yang nanya

Waaahh, pertanyaan sulit juga nih. Saya jadi ingat pernah mengajukan pertanyaan yang sama ke Kresna, teman kuliah saya, duluuuu waktu masih kuliah. Dan jawabannya sama seperti yang lalu saya sampaikan ke bokap

“BT itu adalah singkatan dari ‘bad temper’ alias marah, jengkel atau tidak enak hati”, jawab saya singkat.

Ya, saya rasa memang itu awal-awalnya bangsa ini menemukan kata ‘bete’ sebelum akhirnya maknanya berevolusi menjadi lebih luas.

Saya coba tanya ke mbah Google mungkin ada yang pernah membahas asal muasal kata ini jadi saya bisa menjelaskan dengan lebih baik ke bokap dan nyokap tapi tak menemukan satu pun.  Bete! 

3 thoughts on “BT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s