Karena satu dan lain hal, gue harus merelakan kepergian Nokia 6300 Black Edition yang gue beli 3 bulan lalu. Gak dicuri, koq… tapi dikasiin ke sodara yang membutuhkan. It’s a nice phone.
Selama 3 bulan punya Javelin dan GSM biasa, ternyata komunikasi lebih banya dilakukan dengan menggunakan BlackBerry. Bulan lalu saja tagihan GSM kurang dari 150 rb, sementara iuran bulanan BB Indosat 160 rb. So…pengganti Nokia 6300 mendingan hape biasa saja, yang penting bisa terima telpon dan sms, maklum nomornya sudah beredar lebih dari 10 tahun.
Pilihan akhirnya jatuh pada Nokia 2630. Sebuah gerai di ITC Fatmawati menerima uang Rp 700 rb yang gue tebus untuk hape ini (harga pembukaan Rp 745 rb).
Beberapa alasan gue memilih Nokia 2630 adalah :
1. Tipis
2. Ringan
3. Harga masih dibawah 1 juta
Dimensi Nokia 2630 adalah 105 x 45 x 9,9 mm, dengan berat sekitar 66 g. Layarnya TFT display 128 x 160 pixels yang mendukung 65,536 warna. Talktimenya sekitar 6 jam, dan standby time-nya sekitar 12 hari. Nokia ini juga sudah dilengkapi dengan kamera VGA 4x zoom, phone book untuk 1000 entry, radio, gprs dan bluetooth.
Untuk soal tebal, 2630 hampir sama tebalnya dengan Motorola Motofone (9 mm), tapi dimensi panjang x lebarnya lebih kecil dari hape yang kata temen-temen gue mirip remote AC


Gambar-gambar di atas diambil dengan BlackBerry Javelin


Nokia 2630



