F1 and Me

18 07 2012

Kenapa gue pengen banget nonton F1? Mungkin gambar-gambar di post ini bisa menjelaskan.
Sejak punya mobil  sedan seken dengan kapasitas  2500 cc, gue jadi (tambah) suka sama mobil dan ngebut. Sebelum sedan, gue pake mobil mini van sejuta umat yang melayang-layang kalo dipake ngebut di atas 110 km/jam atau disalip truk dan bis di jalan tol. Mobilnya sih praktis, gak rewel, tapi memang gak senyaman sedan. Etapi, punya mobil yang bisa dipake ngebut bukan berarti bisa ngebut. Apalagi di Jakarta. Tempat yang tersedia cuma di jalan tol, itu pun setelah jam 9 malam.

Anyway, sekarang mobil jadi hobi tersendiri buat gue.

Gue sekarang lagi suka koleksi die cast. Koleksinya sih masih sedikit, baru ada 9 mobil. Biasanya sih mobil-mobil sport klasik, atau yang sesuai dengan merek mobil yang gue pake. Berburu die cast jadi hobi baru kalo lagi iseng jalan-jalan.

Berburu die cast pun bisa di mana aja : online atau offline.  eBay.com, Mall Ambassador, PI Mall, Senayan City atau bahkan di tukang jualan kagetan pas bubaran sholat Jum’at adalah tempat perburuan yang paling sering disambangi. Sayangnya, karena dana untuk die cast belum gede, jadi nyarinya yang murah-murah aja dulu, kalau bisa sih di bawah 300 ribu rupiah.

Sabtu atau Minggu adalah hari untuk merawat mobil atau berburu asesoris. Selain urusan mesin, merawat sendiri mobil kita adalah sebuah  keasyikan tersendiri. Mulai dari mengurangi derit di pintu dan kaca pakai silicone spray sampai  moles bodi biar kinclong.

Hari libur juga waktunya untuk browsing soal mobil, mulai dari DIY (Do It Yourself) cara benerin atau perawatan mobil di YouTube, download wallpaper mobil-mobil balap atau baca artikel-artikel dan berita seputar F1.

Kalau gak ada acara ke luar rumah, gue juga paling suka nongkrongin acara Top Gear di Indovision. Those three guys are awesome!

Supaya ilmu permobilan selalu nambah, beli majalah atau tabloid mobil wajib hukumnya. Koleksi majalah dan tabloid tersimpan rapi di lemari buku.

Seperti halnya bersih-bersih mobil, urusan baca majalah lebih sering hanya bisa dilakukan di hari Sabtu/Minggu, atau di bis dalam perjalanan ke kantor.

Majalah Autobild Indonesia yang gue langgani malah sempat ngajak gue untuk merasakan mobil-mobil eksotis keliling (dan ngebut) di seputar Jakarta. Liat koleksi-koleksi gambarnya di laman Flickr ini. Unforgettable experience!

Boys will be boys, and cars are our best toys! :)

-end-





#ExoticCarSensation bersama majalah Autobild Indonesia

4 06 2012

 

Liat foto-foto lengkapnya di sini : http://www.flickr.com/photos/dedenph/sets/72157630046417682/

 





Philips AquaTouch

23 05 2012
Beli AquaTouch ternyata bisa punya kesempatan nonton bola langsung ke Polandia.
Cekidot, gan!




7 Days with March : Thank you!

16 09 2011

7

Acara Top Gear adalah salah satu acara favorit saya di saluran BBC Knowledge. I love driving. Ketika diberi kesempatan menjajal Nissan March selama seminggu saya jadi merasa seperti Richard  Hammond. Hahahaha….

Terimakasih buat Nissan Motor Indonesia atas kesempatan yang diberikan. It was fun. I learned many things with March. Nissan March is a good car, honestly. Secara rutin saya mengendarai tiga mobil : Toyota Avanza, Toyota Yaris dan BMW, jadi saya tahu kalau mobil ini memang benar-benar enak untuk dikendarai, walaupun saya bukan Richard Hammond :)

So, see you again…with Juke, maybe? ;)

0Oo





Irit dan Turning Radius yang Kecil

16 09 2011

6

Tanpa terasa udah wiken aja. Yaaay!

Wiken buat saya =  futsal. Sehabis pulang kantor, saya dan teman-teman kantor biasa main futsal di Bara Futsal. Lokasinya di bekas Supermaket  Golden Truly, dekat terminal blok M.  Biasanya kami mengajak teman-teman dari luar untuk ikut main karena kadang pemainnya gak cukup. Saking suka dan cinta sama  futsal, kami membuat situs  untuk berbagi ilmu cara main sepakbola/futsal di http://mainbola.net. Setiap Sabtu/Minggu kami juga shooting video-video pendek untuk konten di website.

Pagi ini saya memasukkan  dua bola futsal dan tas olahraga di bagasi Nissan March dan meluncur menuju kantor.

Dalam perjalanan pagi ini, jalanan cukup padat dan saya jadi  teringat lagi materi Eco Drive pada saat technical briefing beberapa minggu lalu. Ada banyak kasus dimana setelah pemakaian beberapa minggu/bulan pembeli mobil mengeluhkan konsumsi bahan bakar yang katanya tidak sehemat yang tertera pada brosur atau yang  disampaikan oleh sales agent. Kadang mereka  lupa kalau konsumsi bahan bakar dipengaruhi oleh cara mereka berkendara, kondisi jalanan (terutama kemacetan jalanan) dan beberapa faktor lagi. Beberapa tips Eco Drive (untuk mobil dengan transmisi automatic) yang disampaikan agar  hemat bahan bakar adalah :

  1. Menginjak pedal gas  dengan tekanan ringan
  2. Menjaga kecepatan konstan
  3.  Mengatur kecepatan untuk menghasilkan RPM  rendah
  4. Mengantisipasi jalur yang akan dilalui
  5. Tidak menggunakan posisi “O/D off” bila tidak diperlukan
  6. Jangan mengerem atau menambah gas secara spontan
Sementara tips Eco Drive untuk mobil transmisi manual adalah :
  1. Mengoper gigi lebih tinggi secepat mungkin
  2. Menajaga kecepatan yang tetap
  3. Menjaga kombinasi gigi dan kecepatan yang sesuai dengan RPM yang serendah mungkin
  4. Mengantisipasi jalur yang akan dilalui
  5. Jangan mengerem atau menambah gas secara spontan
Jika semua itu dijalankan, seharusnya konsumsi bensin mobil anda akan sama dengan yang di-klaim oleh pemilik merek. Setidaknya mendekati.

Nissan March sendiri memiliki konsumsi bensin (km/ltr) sbb:

  • March 1.2 M/T : 21.8
  • March 1.2. A/T : 18.5

Kedua angka diatas berdasarkan test yang dilakukan oleh majalah Autobild  dan Otomotif (di edisi Nov 2010) dengan menggunakan bahan bakar Pertamax pada rute Jakarta-Jogja.  Ingat selalu, konsumsi bahan bakar dipengaruhi faktor-faktor yang saya sebutkan sebelumnya.

Jam 18.30 saya meninggalkan kantor menuju Bara Futsal. Seperti biasa, Jum’at adalah hari terpopuler untuk bermain  futsal bagi para pekerja seperti saya. Lapangan parkir malam ini terasa penuh, sehingga saya harus parkir di luar jalan. Malam ini kami latih tanding dengan tim futsal dari kantor lain. Alhamdulillah menang dengan selisih gol cukup jauh.

Sehabis futsal, mobil saya harus berputar arah supaya bisa pulang lewat Blok M Plaza. Jalan di depan gedung Bara Futsal sebetulnya cukup lebar tapi menjadi lebih terbantu karena Nissan March memiliki turning radius yang  kecil : 4.5 meter. Ini membuat saya tidak perlu memundurkan mobil untuk mengambil jalan ketika berputar. Turning radius ini lebih kecil dari yang diperlukan oleh Yaris dan Swift  (4.7 m) ataupun Mazda 2 (4.9 mtr)

(Ilustrasi diambil dari http://nissanbandung.info)

 

Dalam perjalanan pulang , saya juga teringat sebuah artikel di koran tentang kebingungan seorang eksekutif  perusahaan mobil Jepang yang baru ditempatkan di Indonesia akan pola pembelian mobil orang Indonesia. Kebingungannya adalah karena satu merek mobil bisa diproduksi sedemikian massalnya, menjadi pilihan masyarakat dan merajai jalanan di Indonesia.  Setelah bekerja beberapa bulan di Indonesia, barulah dia menemukan jawabannya. Menurut dia, ketika membeli mobil orang Indonesia sangat dipengaruhi oleh pendapat umum alih-alih mempelajari  dan memilih mobil yang memang sesuai dengan kebutuhan. Hmmm…mungkin ada benarnya… Orang juga kadang lupa memperhitungkan total cost of ownership, seperti untuk biaya service perawatan berkala.  Jadi, sebelum membeli mobil ingat baik-baik : Apa kebutuhan berkendara anda?  :)

0Oo





Disupirin Pake March Enak Juga

15 09 2011

5


Hari ini badan saya kurang fit, jadi agak malas untuk nyetir  sendiri ke kantor. Pak Heru, supir kantor yang sehari-hari mengantarkan saya  akhirnya saya minta untuk membawa March hari ini.  Sejak hari Senin sampai kemarin pak Heru tetap membawa Avanza milik kantor. Sebetulnya ‘gak rela’  juga mobil ini dibawa orang lain, but look at the bright side :  hari ini saya bisa merasakan menjadi penumpang yang duduk di belakang. Wooohooo!  Di hari pertama saya sempat juga jadi penumpang waktu istri saya nyoba bawa March, tapi saya duduknya di depan. Kalau waktu itu saya duduk di belakang mungkin saat ini saya tidak sedang menulis blog ini :))

Pagi ini saya berangkat bersama istri yang akan pergi rumah ibunya di Cipete. Kebetulan, karena acara saya pagi ini dimulai dengan meeting di kantor salah satu mitra kami yang juga berada di daerah Cipete. Di sana saya sudah ditunggu  oleh Yoshi.  Saya di-drop terlebih dahulu sebelum pak Heru mengantarkan istri saya. Selesai meeting kami berangkat ke klien di bilangan Sudirman. Ikut bersama kami  Nety yang juga penasaran dengan kenyamanan Nissan March. Dua rekannya,  Beben dan Lia berangkat menggunakan mobil lain. Nety seems to enjoy the ride from Cipete to Sudirman. Mobilnya enak khan, mbaaakkk… :)

Kami tiba di kantor klien sekitar pukul 10.30 yang langsung dilanjutkan dengan meeting sampai jam 13.00. Karena perut sudah berbunyi minta diisi, selesai meeting kami langsung meluncur ke food court yang ada di lantai 2 Electronic City yang berjarak cuma 5 menit dari kantor klien. Lontong Medan, Nasi Campur dan Lupis sudah terbayang di kepala. Yummy… Oiya, kali ini Lia yang pengen nyobain March. Nety pindah ke mobil lain.

Makan siang berakhir jam 2. Saya dan Yoshi kembali ke kantor, begitu pun dengan Nety,Lia dan Beben.

Jam 5 cuaca mendung sudah mulai membayangi Jakarta. Jam 6 saya memutuskan untuk pulang dengan terlebih dahulu mampir di Seven Eleven yang ada di samping kantor. Saya pulang lebih cepat karena bersama istri, kami harus menghadiri acara ulang tahun kecil-kecilan salah satu keponakan di restoran Ayam Bulungan yang di seputaran Bulungan, Blok M. Hujan deras mulai mengguyur  Jakarta.

Jam 10 malam mata saya sudah mulai redup. Kami minta ijin pulang duluan karena perjalanan ke Bintaro masih cukup lama. Dari Blok M sampai ke Pondok Indah jalanan masih cukup padat. Karena sudah mengantuk, saya dan istri tertidur pulas di belakang, sampai mobil tiba di Bintaro.

Kesimpulan:

Perjalanan seharian menjadi penumpang dengan Nissan March senyaman mengemudikannya. Suspensi Nissan March yang lembut membuatnya nyaman menyusuri jalan-jalan di Jakarta yang tidak semuanya mulus  seperti di jalan tol. Menurut saya, mobil ini memang cocok untuk pria ataupun wanita, single maupun menikah, yang membutuhkan kepraktisan dalam berkendara.

Oiya, ini adalah beberapa aksi Nissan March yang saya pakai sampai hari ini.

oOo

Nissan March : Nyaman dan Stabil Dikendarai

Spesifikasi Nissan March

Apa Kata Penumpang?





Bagasi yang Loaaasss

14 09 2011

4

Lagu-lagu The Cure yang diputar dari iPod menemani perjalanan saya hari ini menuju kantor.  Entah sudah berapa ratus pagi  Robert Smith dan teman-temannya di The Cure yang dibentuk tahun 1976  menemani saya dengan lagu-lagu mereka. Sebelum berangkat saya melihat kalendar pertemuan hari ini di BlackBerry, well… ada acara BlackBerry community gathering yang harus saya hadiri dan conference call dengan kantor di Singapura.

Sesampai di kantor, ternyata conference call ditunda sampai hari Senin, tapi ada banyak pekerjaan lain yang harus diselesaikan hari ini mulai dari review proposal,  online survey,dan lain-lain. Untunglah, sampai jam kantor usai, tidak ada prahara yang berarti. Lancar jaya.

Jam 18.00, saya, Natali dan Radit  bersiap berangkat ke Cafe Euphoria di Kuningan untuk acara community gathering. Acara halal bi halal dengan para enthusiasts BlackBerry diisi dengan perkenalan beberapa produk BB terbaru dan makan malam.  Acara berlangsung sampai jam 21.00.  Selesai acara, saya mengantarkan Natali dan Radit ke kos mereka di daerah Mampang, sekalian menuju arah pulang. Dalam perjalanan pulang istri menelpon dan mengingatkan untuk membeli 3 galon Aqua. Oiya, di bagasi mobil sudah ada 3 galon kosong yang harus saya tukar. Bagasi belakang March memang cukup luas dan bisa memuat 5 (lima) galon Aqua. Cukup luas untuk mobil kecil ini. Saya perkirakan 2 koper ukuran besar bisa dimasukkan ke bagasi March. Di Yaris, saya hanya bisa meletakkan 2 galon Aqua dalam posisi tidur.  Btw, malam ini saya kurang beruntung karena hanya tersisa 2 galon Aqua di mini market yang saya lewati.

Tiba di rumah sekitar pukul 10 lewat, saya meminta asisten rumah tangga untuk membantu saya mengangkat galon-galon ini. Seperti yang pernah juga saya tulis  sebelumnya, tidak cukup penerangan dari lampu kabin ketika membuka bagasi sehingga agak kesulitan pada saat menurunkan/menaikkan barang di malam hari.

Akan tetapi, hari ini saya juga menemukan beberapa kelebihan  March.

Tidak lama setelah memasukkan galon ke dalam bagasi dan menutupnya, alarm mobil tiba-tiba berbunyi. Sempat bingung kenapa karena tombol alarm gak kepencet dan semua pintu tertutup. Ah, rupanya bagasi mobil belum tertutup dengan rapat sehingga menyulut alarm untuk berbunyi. Ini tidak saya temukan di Yaris (2008).

Selain itu, pilar samping March  memiliki sudut yang kecil sehingga tidak menghalangi pandangan belakang dan samping terutama pada saat parkir. Jika  dibandingkan dengan Splash, pilar ini jelas lebih kecil. Sayangnya,kursi belakang March tidak dilengkapi dengan sandaran kepala seperti yang tersedia di Yaris dan Splash.

“Show me show me show me  how you do that trick 
The one that makes me scream” she said 
“The one that makes me laugh” she said 
And threw her arms around my neck 
“Show me how you do it 
And I promise you I promise that 
I’ll run away with you 
I’ll run away with you” 

0O0








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.