
suasana kelas
Buat gw ini adalah kejadian paling unik tahun ini.
Pertengahan puasa BB gw hilang, dengan menyisakan pertanyaan hilang dimana? Kronologis hilang yang bisa gw ingat adalah : seperti biasa kalau Sabtu gw ke rumah pacar, Utie, di daerah Cipete. Pada saat berangkat dari Bekasi menuju Cipete lewat tol JORR, gw sempat BBM Utie di depan Citos untuk ngasih tau kalau udah mau nyampe. Setelah nyampe rumah Utie, gw -seingat gw- membawa hape Nokia dan BB ke dalam rumah. Setelah beberapa saat di rumah, baru sadar kalo BB gak ada. Dicari di bawah sofa ga ada, di meja gak ada, di mobil pun ga ada. Gw langsung telepon ke nomor si BB. Beberapa panggilan pertama tidak dijawab, berikutnya BB sudah tidak bisa dihubungi lagi. Singkat cerita BB dinyatakan hilang. Inna lillahi wa inna lillahi roji’un… Mungkin bukan rejeki…
Untuk menghindari penyalahgunaan, dengan bantuan teman di Indosat, BB segera diblokir.
Setelah lebaran, karena kebutuhan pekerjaan dan komunikasi murah, gw beli BB baru. Pilihan kembali ke Javelin. Gemini tidak terlalu sexy, sementara Tour katanya bermasalah dengan trackball. Toko handphone di ITC Fatmawati rata-rata menjual dengan harga 4,5jt , tanpa memori tambahan, sementara di Ambasador ada yang jual dengan harga 4,3 jt.
Butuh waktu beberapa hari untuk mengurus BB baru karena gw masih pengen pakai nomor Indosat yang sama dengan sebelumnya, dan juga pengen tetap menggunakan PIN yang lama. Urusan ingin tetap menggunakan PIN ternyata tidak mudah. Setting “Change Device” ternyata tidak bisa digunakan untuk kebutuhan tsb. Walhasil, gw menggunakan PIN baru. Contact di BBM mulai diisi kembali dengan PIN-PIN teman dan saudara, sampai gw inget kalau sebelumnya sempat membackup BB lama. Dengan backup data BB lama, gw cukup merestore data lama ke BB baru, termasuk untuk PIN2 teman dan nomor2 telpon. Ternyata PIN yang sudah gw masukkan akan di-replace dengan data dari backup. Tapi uniknya setelah proses restore tadi, gw gak perlu memberitahukan nomor PIN baru ke teman2 yang ada di Contact gw. Mereka otomatis akan terupdate oleh PIN baru. Impressive,huh?!
Kejadian aneh adalah ketika gw masuk ke akun Facebook gw dari Opera Mini karena yang muncul adalah akun orang lain dengan nama Dikdik Ramdhani. Tidak hanya sekali tapi setiap kali. Dengan niat baik, gw menulis di statusnya untuk mengganti passwordnya supaya gw ga bisa langsung otomatis login ke akun FBnya.
Selang beberapa hari, lewat BBM, seorang teman ngasih tau untuk cek status FB gw. Pas gw cek isinya cukup mencengangkan : “Mas Deden alamat dan nomor hapenya yang baru berapa? BB mas Deden ada sama saya. Waktu bulan puasa ada yang jual ke saya”. Tulisan tsb ditulis di status gw, berarti dia login menggunakan akun gw. Yang lebih mengagetkan lagi sebetulnya nama penulisnya : “Dik2″!
Ya!, Dikdik seperti nama orang yang akunnya selalu muncul pada saat gw login ke FB. Gw kemudian meninggalkan nomor telpon di status gw dengan harapan Dikdik akan menghubungi kembali. Kurang dari 15 menit Dikdik menelepon. Dia cerita kalau dua orang nawarin BB gw pada saat dia berada di Cipete Raya, gak jauh dari rumah Utie. Mereka menjual seharga 1,5 jt , sebelum akhirnya pergi dengan angkot ke arah Pasar Minggu. Singkat cerita akhirnya mas Dikdik mengembalikan BB gw tapi ditebus seharga pada saat dia membeli dari orang tsb. “Saya takut karma,mas. Saya khan seolah-olah jadi penadah,” katanya. Terharu juga dengernya…
Sampai di sini saya masih gak ngerti kenapa saya bisa login ke akunnya dia.
So, sekarang gw punya dua BB. Yang bikin gw tambah heran adalah setelah BB lama dikembalikan, sekarang kalo gw login ke FB, udah gak masuk lagi ke akunnya Dikdik.
Ada yang bisa menjelaskan secara teknis?
Tambahan – 8 October 2009
Setelah bolak-balik ke Indosat dan call centre, sepertinya BB ini tidak bisa lagi dipakai dalam fungsinya seperti BB biasa karena PINnya di-suspend di BlackBerry/RIM, dan bukan di Indosat sebagai operator yang gue pakai. Ini karena permintaan gue juga lewat teman yang di Indosat untuk memblokir PIN dan IMEInya karena tidak ingin BB dipakai orang lain.
Soooo…. sekarang BBnya dipakai sebagai GSM biasa : SMS dan telpon. Tetap bisa dipakai untuk Internet tapi dengan pulsa untuk data yang biasa, bukan paket BIS.
Paragraf ini ditulis menggunakan aplikasi WordPress untuk Blackberry yang bisa diunduh dr blackberry.wordpress.org/install. Very cool!!
(disclaimer : Pfizer adalah klien Edelman Digital)
Pfizer dan Klinik Berhenti Merokok RS Persahabatan hari ini meluncurkan Quitters Are Champions – program tantangan berhenti merokok selama tiga bulan para perokok dewasa yang berdomisili di Jabodetabek.
Program ini merupakan terapi 3 bulan yang membantu Anda untuk berhenti merokok di bawah pengawasan tim medis dari Klinik Stop Merokok RS. Persahabatan Jakarta. Anda berhenti merokok, Anda menjadi pemenangnya!
Syarat umum mengikuti program Quitters are Champions:
Jika anda, pasangan, teman ataupun keluarga adalah perokok aktif yang ingin turut serta menjadi salah satu dari 10 orang Quitters Are Champions – silakan mengunjungi http://www.stopmerokok.com/champions untuk keterangan lebih lanjut
Pendaftaran kami dibuka dari tanggal 29 Juni 2009 sampai dengan 15 Agustus 2009
JAKARTA, KOMPAS.COM – Ini dia Acer Aspire Timeline, notebook yang ditunggu-tunggu pengguna dengan mobilitas tinggi karena punya daya tahan baterai hingga 8 jam. Apalagi dengan desain yang tipis dan berat yang tetap layak buat ditenteng.
“Konsumen saat ini menginginkan baterai yang tahan lama, bentuk yang thin light, processing yang baik, harga mainstream, dan kami memenuhi semua itu,” kata Jason Lim, Presiden Direktur Acer Indonesia saat peluncurannya di Jakarta, Kamis (28/5). Jason mengatakan, terobosan tersebut untuk menjawab kebutuhan tren gaya hidup sehari-hari dengan mobilitas tinggi dalam melakukan pekerjaan.
Acer Aspire Timeline tersedia dalam dua model masing-masing dengan layar 13,3 inci dan memiliki berat hanya 1,6 kg. Model kedua dengan layar 14 inci punya berat 1,9 kg. Keduanya memiliki ketebalan kurang dari 1 inci.
Sementara itu, Sujan Kamran, Marketing Director Intel Asia Pasific Regional, mengatakan, terobosan tersebut dapat dilakukan dengan adanya teknologi Prosesor Intel ultra-low voltage (ULV) yang efisien dalam penggunaan energi sehingga membuat baterai dapat bertahan lebih lama. Selain itu, khusus pada notebook ini ditambah teknologi pendingin yang mengadopsi teknologi yang digunakan pada mesin jet modern.
“Hingga hari ini, kita belum pernah melihat laptop dengan kinerja baterai hingga 8 jam,” katanya. Dengan teknologi dari Intel tersebut, kata Sujan, Acer dapat memproduksi notebook tipis dan ringan sehingga berpergian menjadi leluasa dan bebas dari kekhawatiran. Soal harga tak lebih dari 1000 dollar.
Karena satu dan lain hal, gue harus merelakan kepergian Nokia 6300 Black Edition yang gue beli 3 bulan lalu. Gak dicuri, koq… tapi dikasiin ke sodara yang membutuhkan. It’s a nice phone.
Selama 3 bulan punya Javelin dan GSM biasa, ternyata komunikasi lebih banya dilakukan dengan menggunakan BlackBerry. Bulan lalu saja tagihan GSM kurang dari 150 rb, sementara iuran bulanan BB Indosat 160 rb. So…pengganti Nokia 6300 mendingan hape biasa saja, yang penting bisa terima telpon dan sms, maklum nomornya sudah beredar lebih dari 10 tahun.
Pilihan akhirnya jatuh pada Nokia 2630. Sebuah gerai di ITC Fatmawati menerima uang Rp 700 rb yang gue tebus untuk hape ini (harga pembukaan Rp 745 rb).
Beberapa alasan gue memilih Nokia 2630 adalah :
1. Tipis
2. Ringan
3. Harga masih dibawah 1 juta
Dimensi Nokia 2630 adalah 105 x 45 x 9,9 mm, dengan berat sekitar 66 g. Layarnya TFT display 128 x 160 pixels yang mendukung 65,536 warna. Talktimenya sekitar 6 jam, dan standby time-nya sekitar 12 hari. Nokia ini juga sudah dilengkapi dengan kamera VGA 4x zoom, phone book untuk 1000 entry, radio, gprs dan bluetooth.
Untuk soal tebal, 2630 hampir sama tebalnya dengan Motorola Motofone (9 mm), tapi dimensi panjang x lebarnya lebih kecil dari hape yang kata temen-temen gue mirip remote AC


Gambar-gambar di atas diambil dengan BlackBerry Javelin


Nokia 2630

Ada yang pernah beli dan pake?

BlackBerry (?)

BlackBerry (?)

BlackBerry (?)
Ini kejadian lama , sekitar tahun 1997/1998, waktu saya masih kerja di sebuah ISP (Internet Service Provider) . 1-2 tahun pertama dapat tugas jadi trainer dan technical support. Jadi technical support yang setiap hari menerima keluhan yang -rata2- sama membuat saya hapal apa langkah yang harus dilakukan jika, misalnya, internet pelanggan ngadat.
Suatu hari seorang bapak menghubungi saya lewat telpon dan bertanya kenapa dia tidak bisa bisa browse ke Internet walaupun modemnya sudah konek.
“Sudah coba matikan modemnya dulu, pak?”, tanya saya. “Sudah,” jawabnya.
“Okay. Sekarang bapak klik tombol Start , lalu Setting, lalu Control Panel, lalu TCP/IP, lalu…lalu…,” bla..bla…bla… saya memberi instruksi sambil makan gorengan yang dibeliin teman. Setelah menunggu beberapa saat bapak itu berkata lagi “Sudah, pak. Sekarang apa?”
“Sekarang bapak klik tombol OK yang ada di bagian bawah.”
“Gak ada tombol “OK”-nya, pak,” kata si bapak menjelaskan.
Jika pengguna Windows menggunakan resolusi monitor yang terlalu kecil, biasanya tombol OK akan tertutup di bawah bar yang sejajar dengan tombol Start.
“Oooh… gini… Kursor bapak arahkan ke bar yang sejajar dengan tombol Start, lalu sambil tekan tombol mouse sebelah kiri, bar-nya bapak geser ke samping kiri atau kanan,” saya menjelaskan.
“Ooo iyaaa…ada mas. Koq mas tau aja tombol OK-nya sembunyi?” kata si bapak “Emang mas bisa liat saya, yaa???”, tambahnya lagi dengan intonasi suara yang bikin saya hampir mengeluarkan lagi gorengan yang udah masuk mulut.
Ada-ada aja si bapak.